Gelar Orientasi Sistem Peringatan Dini, Palang Merah Jepang Gandeng PMI Kebumen

Orientasi Sistem Peringatan Dini Program Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Berbasis Masyarakat

Palang Merah Jepang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kebumen pada Jumat-Sabtu 27-28 Mei 2022 menyelenggarakan Orientasi Sistem Peringatan Dini untuk Program Kesiapsiagaan Darurat Masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Markas PMI Kebumen selama dua hari ini difokuskan pada peningkatan kapasitas relawan SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat).

Peserta terdiri dari 30 relawan SIBAT dari empat desa yang didukung oleh Palang Merah Jepang (JRCS) dan dua desa dengan bantuan PMI Kebumen.

Peserta acara dari enam desa

“Dilanjutkan dengan SIBAT yang terdiri dari empat desa pendukung program Japanese Red Cross Society (JRCS), yaitu Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Desa Tegalretno, Kecamatan Petahanan, Desa Waluyorejo, Kecamatan Puring dan Desa Jladri, Kabupaten Buayan. satu desa binaan PMI Kebumen yaitu desa Sugihwaras sebagian Adimulyo dan desa Purwodadi sebagian Kuwarasan,” ujar Qosim Jamaludin selaku koordinator program Palang Merah Jepang (JRCS). Qosim mengatakan, di sisi lain dari kegiatan orientasi ini harapannya para relawan SIBAT dapat menyebarkan pengetahuan tentang sistem peringatan dini kepada masyarakat di desanya dan membuat SOP (Standar Operasional Prosedur) yang akan disahkan oleh pemerintah setempat di desa tersebut.

“Tentunya relawan SIBAT dapat meningkatkan kapasitasnya dari kegiatan ini. Kedepannya harus ada rapat luar biasa dengan pihak DPRD untuk membahas SOP (Standard Operating Procedure) yang kemudian akan dilegalkan, sehingga bisa sebagai sebuah dewan kota, untuk disosialisasikan oleh masyarakat,” tambah Qosim. Jamaludin.

Seorang pakar kebencanaan yaitu R Endro Teguh Kusumo diperkenalkan untuk memberikan pengetahuan, peran dan tanggung jawab relawan SIBAT dalam tanggap bencana.

Kebumen rawan bencana alam

“Kebumen rentan terhadap bencana alam seperti banjir bahkan tsunami. “Melihat letak geografis Kabupaten Kebumen yang bagian selatannya didominasi oleh laut, tidak dapat disangkal bahwa kita membutuhkan relawan untuk mengedukasi masyarakat luas tentang apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana,” katanya.

Menurutnya, melalui kegiatan ini, para relawan SIBAT yang berpartisipasi akan mengenal sistem peringatan dini. Apa peran relawan komunitas dan mengetahui tanggung jawab mereka.

Setelah materi ajar, peserta orientasi melakukan simulasi bencana gempa bumi dan tsunami di kantor PMI Kebumen, dengan harapan nantinya jika terjadi bencana, para relawan dapat memainkan perannya berhadapan dengan masyarakat luas.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published.